askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 askuning15 uote>

Minggu, 26 Februari 2017

KESEHATAN

Cara mengobati diabetes kering secara tradisiona

Diabetes Kering – Penyakit Diabetes atau sering di sebut juga dengan penyakit Kencing manis merupakan  penyakit yang di sebabkan oleh meningkatnya kadar gula didalam tubuh secara menerus. Disebut dengan penyakit diabetes kering, karena pada seseorang yang menderita penyakit diabetes kering ada kecenderungan bahwa tubuh penderita mengalami penyusutan berat badan tubuh secara drastis sehingga terlihat kurus dan kering. Penyakit diabetes biasanya terjadi pada seseorang yang mengalami obesitas dan orang yang sudah lanjut usia.


Perbedaan diabetes kering dan basah

Pada penderita diabetes kering pada umumnya mempunyai ciri-ciri fisik yang juga terlihat dari seorang penderita diabetes. Sedangkan diabetes basah adalah keadaan diabetes seseorang yang mengalami infeksi luka di bagian tubuh yang sudah mengering dan susah di sembuhkan. Luka ini akan lebih lama mongering karena kadar gula yang tinggi membuat proses pengeringan pada luka menjadi terganggu.


Penyebab Diabetes Kering

Penyebab diabetes kering ini biasanya hanya terjadi pada mereka yang menderita penyakit diabetes tanpa disertai dengan adanya luka atau juga terjadinya infeksi, sedangkan pada penyakit diabetes basah lebih pada mereka yang mempunyai komplikasi luka yang sulit mengering dan sulit untuk disembuhkan.
Penyebab diabetes kering lebih sering terjadi pada mereka yang mempunyai gula darah terkontrol dengan baik, tidak tinggi, sehingga walaupun terjadi luka, maka luka akan lebih mudah untuk ditangani dan selain itu juga bisa cepat pulih. Berikut beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab diabetes kering :
  • Pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur secara baik.
  • Konsumsi makanan yang mengandung rasa manis secara berlebihan, makan makanan ringan terlalu banyak, soft dirink dan makanan lainnya.
  • Kelebihan berat badan atau Obesitas.
  • Faktor genetik atau faktor keturunan.
  • Efek dari Obat-obatan kimia
  • Kebiasaan buruk dan pola hidup tak sehat.

Cara mengobati diabetes kering secara tradisional


Upaya Pencegahan Diabetes Kering

Upaya pencegahan terhadap bahaya sakit diabetes kering tidak bisa di pisahkan dari segi penyebabnya, termasuk dalam hal ini adalah menghindari beberapa jenis makanan yang bisa memicu resiko diabetes kering. Berikut beberapa jenis makanan yang bisa anda batasi / hindari sebagai salah satu upaya pencegahan diabetes kering :
  1. Permen – makanan jenis permen mempunyai kandungan gizi dan karbohidrat yang rendah sehingga berpotensi menambah berat badan dan juga kadar gula darah naik.
  2. Jus buah – Makan jenis ini kurang baik jika dikonsumsi oleh pendrita penyakit diabetes. Kandungan gula yang ada dalam jus buah akan menyebabkan naiknya kadar gula darah didalam tubuh.
  3. Kismis – Jenis buah kismis dan beberapa jenis buah lainnya bisa juga mengakibatkan kenaikan pada gula darah Anda jika di konsumsi secara berlebihan.
  4. Pancake – Mengkonsumsi pancake bisa menjadi pemicu naiknya karbohidrat didalam tubuh. Batasi atau hindari mengkonsumsi makanan jenis ini secara berlebihan.
  5. Kentang goreng – Kentang meruapan jenis makanan yang banyak di gemari oleh masyarakat pada umumnya. Namun dengan konsumsi kentang secara terus terusan bisa menambah berat badan secara cepat dan pada akhirnya beresiko besar mengalami kenaikan gula darah didalam tubuh.

Cara mengobati diabetes kering secara tradisional

Selain upaya pencegahan. bagi penderita diabetes kering bisa melakukan beberapa upaya pengobatan termasuk salah satunya adalah pengobatan secara tradisional. Pengobatan tradisional adalah upaya pengobatan dengan memanfaatkan beberapa jenis / bahan alami tradisional yang bisa di dapatkan di lingkungan sekitar. Berikut beberapa jenis makanan atau bahan alami tradisional yang bisa anda manfaatkan untuk pengobatan diabetes kering :


1. Tapak Dara


Image result for gambar tapak dara             

Tapak dara adalah salah satu jenis tanamaan tradisonal yang banyak sekali di manfaatkan untuk pengobatan secara herbal termasuk sebagai upaya pengobatan diabetes kering. Dalam tanaman tapak dara mempunyai kandungan alkaloid yang bisa bekerja dalam membantu mengatasi penyakit diabetes. Dengan kandungan alkaloid maka gula darah bisa diatasi dan juga bisa membantu dalam mengatasi masalah produksi insulin didalam tubuh.


02. Sambiloto


Image result for gambar sambiloto

Tentu sudah banyak yang tau tentang manfaat tanaman satu ini. Daun sambiloto mempunyai kandungan flavonoid yang sudah terbukti sangat ampuh dalam membantu menurunkan kadar gula darah dan akan membantu dalam memproduksi insulin didalam tubuh. Cara meramunya juga mudah, cukup anda rebus daun sambiloto lalu di munim sari aor rebusannya.


03. Pegagan


Image result for gambar pegagan

Pegagan adalah salah satu jenis tanaman tradisional yang mempunyai banyak manfaat positif dan terbukti bisa menyembuhkan beberapa jenis penyakit, salah satunya adalah membantu dalam menurunkan kadar gula darah sehingga akan sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang menderita penyakit gula kering. Kandungan anti toksin dan anti infeksi dalam pagagan dapat bekerja dengan baik sebagai obat tradisional.


04. Cabai


Image result for gambar cabe

Cabai merupakan salah satu rempah-rempah bumbu dapur yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit diabetes. Hal ini karena adanya kandungan zat karotenoid didalamnya yang bisa membantu dalam menstabilkan kadar gula darah didalam tubuh.


05. Kedelai


Image result for gambar kedelai

Kedelai adalah salah satu jenis bahan makanan yang baik di konsumsi bagi penderita diabetes kering. Dalam kedelai terdapat kandungan gizi protein stabil yang dapat membantu dalam mengurangi pengeluaran urin yang tinggi.


06. Pare


Image result for gambar pare

Pare merupakan salah satu jenis makanan yang sangat baik dikonsumsi oleh penderita penyakit diabetes kering. Kandungan zat besi, serat dan juga kalsium didalamnya dengan jumlah yang sesuai ini sangat baik untuk membantu mengantasi sakit diabetes kering. Jenis buah pahit ini selain baik untuk penderita diabetes kering, baik juga bagi penderita diabetes basah karena kandungan gula yang ada didalamnya cukup rendah.
Demikian resep pengobatan diabetes ini, semoga tulisan ini bermanfaat baik yang sudah terkena penyakit diabetes, maupun sebagai penjagaan bagi yang belum. Selamat mencoba.

Jumat, 24 Februari 2017

DUNIA PENDIDIKAN



Membuka Kembali Catatan Sejarah Ujian Nasional

Foto Al Askuning.

Ujian nasional pada tahun 2017 dalam rencana dimoratorium, demikian informasi yang didifusikan oleh Prof. Muhadjir ,Menteri Pendidikan, selanjutnya dikutip oleh berbagai media pada akhir bulan November 2016. Menurut sumber yang menyebar info terkini  (http://news.okezone.com)  kebijakan ini telah disetujui Presiden Jokowi dan akan segera menerbitkan keputusannya dalam bentuk Kepres.
Informasi ini akan menambah catatan sejarah Ujian Nasional. Pelaksanaannya telah menjadi bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan Indonesia telah berkembang dari  waktu ke waktu pelaksanaannya terus mengalami pergeseran mengikuti perkembangan pemikiran yang tumbuh bersama perkembangan pendidikan bangsa. Pemikiran tentang perlu tidaknya, penting tidaknya, terus mengalami pasang surut. Ketika keputusan politik lebih berpengaruh dalam penetapan kebijakan pendidikan, pihak yang berusaha mempertahankannya menyurutkan harapannya.
Bermula dari pelaksanaan Ujian negara (1965/1971). Ujian negara tidak diikuti oleh seluruh siswa. Hanya siswa yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya yang mengikuti ujian negara. Siswa yang tidak mengikuti ujian negara mendapat ijazah, sedangkan yang luluas ujian mendapatkan ijazah dan tanda lulus ujian. Kelulusan dari ujian negara menjadi citra sekolah dan daerah. Oleh karena itu bantuan terhadap siswa dalam ujian negara kerap dilakukan oleh pihak tertentu secara tertutup untuk membantu siswa mendapatkan kelulusan dengan nilai baik.
Selanjutnya ujian negara digantikan dengan ujian sekolah 1972 sampai 1979. Pada era ini rata-rata kelulusan 100%. Sekolah mempertimbangkan nilai yang diberikan kepada para siswa. Sidang dewan pendidik menjadi penentu kelulusan. Namun demikin pada akhirnya penentuan nilai tidak berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, melainkan hanya mengolah nilai yang siswa peroleh agar memenuhi kriteria kelulusan.
Sejarah selanjutnya mencatat bahwa kebijakan ujian nasional kembali diperlukan. Dengan menggunakan istilah Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional atau EBTANAS (1980 _ 2002). Nilai EBTANAS dikelola oleh pihak pemerintah dan kelulusan ditentukan dengan nilai semester lima, enam, dan nilai EBTANAS. Komposisi itu melahirkan istilah PQR, P nilai semester lima di SMP/SMA, Q adalah nilai semester 6, dan R nilai EBTANS. Sejarah kembali membukukan catatan bahwa sekolah sangat berkepentingan untuk membantu kelulusan siswa. Banyak siswa yang belum dapat memenuhi kriteria mutu. maka bantuan sekolah lakukan dengan memanipulasi PQ agar hasil perhitungan PQR memperoleh batas minimal kelulusan.
Istilah berganti menjadi Ujian Akhir Nasional atau UAN tahun 2003_2004. Batas kelulusan ditetapkan minimal 3 pada tahun 2003 dan 4 pàda tahun 2004. Nilai UAN jadi satu_satunya syarat kelulusan. Pada tahun 2005 UAN berubah menjadi Ujian Nasional atau UN, batas kelulusan 4.25 sampai thn 2007. Pada tahun 2008 batas kelulusan naik menjadi 5.5. Batas kelulusan berlaku sampai 2010.
Kelulusan UAN dan UN selain penting untuk kelulusan siswa, juga penting bagi citra keberhasilan sekolah. Banyak upaya yang sekolah lakukan untuk memfasilitasi siswa mendapat nilai terbaik. Perbaikan proses belajar terus diupayakan melalui penatan guru, namaun target yang diharapkan tidak tercapai. Mutu pencapaian belajar banyak yang rendah akibat mutu sumber daya pendidikan dan sarana belajar yang belum sesuai dengan kebutuhan untuk mendukung terwujudnya pendidikan bermutu. Jalan pintas membantu siswa untuk mendapatkan nilai yang baik banyak dilakukan oleh sekolah sehingga hasil UN tidak mencerminkan kemampuan siswa yang sesungguhnya di sebagian sekolah.
Tahun 2011-2013 kelulusan digabung antara nilai sekolah dan UN dengan perbandingan 60:40 dengan batas kelulusan 5.5. Tahun 2015 UN jadi alat ukur pemetaan mutu untuk mengetahui pemenuhan stadar. Pada tahun 2015 diputuskan oleh Menteri Pendidikan Anis Baswedan bahwa hasil UN tidak digunakan untuk menentukan kelulusan. Bersamaan dengan itu, akibat maraknya ketidakjujuran dalam menentukan nilai UN, maka muncul upaya Kemendikbud  yaitu di samping nilai UN, mengukur pula Indeks Kejujuran.
Dari waktu ke waktu ujian nasional  menjadi polemik.  Yang menjadi salah satu pembahasan adalah tentang besaran pekerjaan, seperti, pengadaan naskah untuk total peserta UN 2016 7,3 juta siswa. Peserta itu terdiri dari siswa SMP, SMA/SMK, dan UN Pendidikan Kesetaraan (Paket B dan Paket C). Dari total 7,3 juta siswa, sebanyak 6,3 juta siswa menjadi peserta UN berbasis kertas, sedangkan sisanya adalah peserta UN berbasis komputer ataucomputer based test (CBT).
 Besarnya anggaran, menurut Kemendikbud,  untuk mengadakan dan mendistribusikan naskah UN 2016 ini mencapai Rp 94 miliar. Anggaran tersebut turun sekitar Rp 20 miliar dibandingkan pada tahun sebelumnya. Tahun 2015, anggaran UN untuk pelaksanaan ujian nasional berbasis kertas mencapai Rp 114 miliar. Penurunan anggaran ini disebabkan meningkatnya jumlah peserta UN berbasis komputer pada UN tahun 2016.
Polemik perlu tidaknya UN terus berlanjut. Kebijakan kini merencanakan untuk meniadakan. Setelah UN dimoratorium, Indonesia memerlukan alat memetakan mutu pendidikan nasional dalam bentuk lain. Sekali pun tidak dapat ditampik bahwa UN telah mendorong guru dan siswa meningkatkan kinerja pembelajaran karena khawatir mendapat nilai yang rendah, kini kembali akan segera ditiadakan. Mutu pendidikan kini kembali diserahkan kepada para guru dan pemangku kewenangan di sekolah.
Kini kita nantikan peran sekoah yang akan lebih menunjukkan tanggung jawabnya….Semoga lebih baik.